Semangka

Setelah mendapat pesan dari Genta, Aeris menuju ke ruang OSIS. Hubungannya dengan Genta baik baik saja.

Di dalam ruang OSIS hanya ada Genta sendirian, karena jam menunjukkan waktu istirahat dan anggota OSIS lainnya pasti sedang mengisi perutnya di kantin.

Aeris menghampiri Genta. “Mana?” tanya Aeris yang langsung dimengerti oleh Genta.

Genta mengeluarkan kantung plastik berisi semangka. Mata Aeris berbinar-binar melihatnya.

Aeris mengambilnya, duduk di hadapan Genta dan memakannya.

Genta memperhatikan Aeris yang langsung memakannya, “Gimana?” Tanya Genta.

Aeris yang sedang mengunyah melihat Genta seolah bertanya, “Apa?”

“Semangkanya.”

“Always enak,” balasnya “Lo mau?” tawar Aeris menusuk sepotong semangka dan menyodorkannya didepan mulut Genta.

“Aaa”

Genta memakannya.

Pada saat yang sama diluar Valen berjalan melewati ruang OSIS yang pintunya terbuka lebar. Ia melihat Aeris dan Genta didalamnya.

Dengan raut wajah kesal ia menghentakkan kakinya dan meninggalkan ruang OSIS.

“Ai,” panggil Genta

“Lo cantik.”

Aeris kaget, “Hah, apa taa?” tanyanya memastikan apa yang ia dengar.

Genta malu, ia kira ia berbicara dalam hati tapi malah terdengar Aeris “Hah, gue ngomong apa tadi?” tanya Genta pura-pura.

Dan bel masuk berbunyi membuat keduanya melupakan apa yang terjadi.