sadar

Hubungan anya dan kak jian semakin tidak jelas, anya ingin sekali bertanya apakah saat ini ia masih berpacaran atau tidak, tapi ia gengsi. Bolehkan sesekali ia tidak mau mengalah pada kak jian.

Harusnya perihal pertengkarannya dengan kak jian, kak jian jelasin tanpa anya minta, minimal dia ada di hadapan anya, menampakkan wajahnya di depan anya sudah pasti anya akan luluh, bukan menghilang seperti ini.

Anya mulai menyadari suatu hal baru-baru ini, ternyata selama ini ia yang membutuhkan jian, ia yang selalu menghubungi jian terlebih dahulu, dan mungkin rasa cintanya lebih besar dari milik kak jian. Bahkan rasanya anya lupa kapan kak jian terakhir kali mengatakan cinta dan sayang padanya.

Mungkinkah hubungannya benar-benar sudah tidak ada harapan?

Apakah anya harus menurunkan egonya demi membaiknya hubungannya dengan kak jian?

Sepertinya anya memang harus mengalah lagi.

“Oke nanti pulang gue chat kak jian,” batinnya.