Rumah sakit

Aeris dan genta berjalan beriringan hendak menuju ruang OSIS rapat.

Dering diponsel genta berdering, Genta berhenti dan mengangkatnya, “Halo sus?”tanyanya pada seseorang di seberang.

“Mamah kenapa sus?”tanya Genta.

“Genta kesana sekarang,”genta panik.

Aeris yang disampingnya bertanya,“Kenapa ta?”

“Ai rapatnya batalin aja ya, gue mau ke rumah sakit.”jelas Genta.

Sebelum pergi Aeris menarik tangan Genta,“Siapa yang sakit?”

“Mamah gue.”

“Gue boleh ikut ga ta?”

Tanpa berpikir panjang Genta mengangguk“Yuk.”

Genta mengendarai motornya dengan kecepatan penuh sampai Aeris memeluk erat tubuh genta dibelakang.

Sesampainya di rumah sakit, “Mamah kenapa sus?” tanya Genta memasuki ruangan itu.

“Ibu hampir melukai dirinya lagi mas,”jawab suster itu.

Genta melihat mamahnya sudah tenang tertidur.

“Ibu sudah tenang, maaf ya mas tadi saya panik jadi telfon mas,”kata suster tadi

“Iya sus gapapa.”

“Saya tinggal ya mas, mba.”pamitnya.

Selepas suster meninggalkan ruangan, pintu ruangan terbuka kembali.

Seorang pria memasuki ruangan, Genta menoleh dan berdiri, “Pergi.” Usirnya.

“Gue bilang pergi!” Genta berteriak marah.

Genta menarik pria paruh baya itu keluar dan ia menghajarnya.

Aeris ikutan keluar, “Genta,” panggilnya yang tidak dihiraukan Genta.

“Ini rumah sakit jangan bertengkar, malu dilihatin orang Genta,” jelas pria paruh baya itu.

“Gue bilang pergi,” usir Genta lagi.

“Oke papah pergi.”