Rumah Sakit

Setiap hari minggu Genta selalu meluangkan waktunya untuk menengok mamahnya.

“Mamah gimana sus?” tanya Genta pada suster yang telah selesai memberi mamahnya makan.

“Tambah parah mas, ibu sering teriak-teriak dan mecahin benda-benda,” jawab suster tersebut.

“Minggu kemarin ibu hampir melukai dirinya sendiri pakai pecahan gelas mas,”lanjutnya.

Genta melihat mamahnya hanya terdiam. “Makasih sus,”ucap Genta.

“Boleh saya bawa mamah keluar?”tanyanya meminta izin.

“Boleh kok mas, ”Jawab suster mengizinkan.

“Tapi hati-hati jangan pancing ibu sama hal yang bisa membuat ibu mas kambuh lagi,”tambahnya.

“Iya sus.”

Genta mendorong kursi roda, membawa mamahnya keluar dan keliling di taman rumah sakit.

“Mahh,”ucap Genta dihadapan mamahnya.

“Ini Genta, anak mamah.”

“Mamah harus sembuh ya,”pintanya pada wanita yang ingatannya melebur entah kemana.

Mamahnya tidak menjawab, ia hanya diam dengan pandangan mata kosong.

Namun tiba-tiba ia histeris, melihat seorang pria paruh baya.

Mamahnya berdiri menerjang pria itu “Kamu jahat,”racaunya sambil memukuli.

“Kurang ajar.”

“Pengecut.”

“Mahh,” genta mencoba melerai itu namun mamahnya terus menyerang pria itu.

Sampai akhirnya suster datang memberi suntikan yang membuat mamahnya tenang.