Persiapan turnamen

Didepan ruang OSIS sudah berkumpul Genta, Andini, Yaksa dan Aeris. Keempatnya hendak menuju ke SMA Nusantara ingin berdiskusi dengan OSIS SMA Nusantara terkait turnamen yang akan diselenggarakan.

Setiap satu tahun sekali sekolah mengadakan turnamen yang diikuti oleh beberapa sekolah. Dan tahun ini turnamen rencananya akan diselenggarakan di SMA NEOCITY.

“Genta,” panggil Andini ketika keempatnya sudah sampai diparkiran sekolah.

“Gue sama lo ya,” ucapnya.

Genta melirik Aeris yang diam di sebelah Yaksa.

“Tapi Aeris,” jawabnya yang membuat Aeris menatap Genta.

“Gue sama Yaksa aja,” ucap Aeris santai.

Namun muka Aeris tidak bisa bohong kalau ia sedang bete. Entahlah mood Aeris tiba-tiba anjlok.

Aeris naik diboncengan Yaksa dan keempatnya berangkat.


Sesampainya di SMA Nusantara mereka disambut oleh OSIS SMA Nusantara.

“Hai taa,” ucap Farhan yang Genta kenal ia adalah ketua OSIS SMA Nusantara.

Genta menyambut uluran tangan Farhan, kemudian menyodorkan tangannya pada Andini. “Farhan.”

Andini menyambutnya, “Andini.”

“Farhan.”

“Yaksa.”

Terakhir Farhan mengulurkan tangannya pada perempuan cantik di sebelah Yaksa.

“Farhan.”

“Aeris.”

“Namanya cantik, kayak orangnya,” rayunya. Aeris hanya tersenyum dan Farhan enggan melepaskan tangannya dengan Aeris.

“Ekhemm,” dehem Genta yang membuat Aeris menarik tangannya.

“Eh sorry, tangan lo nyaman soalnya,” ucap Farhan.

“Yuk kita ke ruang OSIS aja,” ajaknya.

Setelah berdiskusi terkait cabang olahraga yang akan diselenggarakan. Farhan menghampiri Aeris yang masih mencatat hasil diskusi ini.

“Sorry ya AC nya lagi mati,” jelas Farhan yang sedari tadi memperhatikan Aeris kegerahan.

“Ris,boleh minta kontak lo ga?” tanyanya.

“Buat apa?” jawab Aeris.

“Takut nanti ada info lagi kan gue bisa chat lo,” ucapnya.

“Kan bisa tanya Genta,” balas Aeris.

“Tapi lo sekertaris kan?” tanya Farhan lagi yang dijawab dengan anggukan Aeris.

“Takut gue ada perlu sama lo,” jelasnya menyodorkan hpnya pada Aeris.

“Oh gitu ya.” Aeris menuliskan nomornya pada hp Farhan.


Setelah selesai keempatnya memutuskan untuk pulang.

“Taa, gue duluan ya,” ucap Andini ketika mereka di parkiran.

“Bokap gue ada di deket sini,” jelasnya.

“Oh yaudah,” balas Genta.

“Aeris, Yaksa gue duluan ya,” Andini mulai meninggalkan mereka bertiga

“Ai gue anterin pulang ya?” tawar Genta yang diabaikan Aeris.

“Yaksa, lo bisa anterin gue ga,” pinta Aeris.

Yaksa menatap Genta yang menatapnya tajam.

“Ga bisa Ris, gue abis ini mau jemput nyokap gue.”

“Udah sama gue aja,” ajak Genta lagi.

“Yuk.”