Perpus

Aeris berjalan sendirian menuju perpus hendak mencari novel hehe. Sudah dibilang belum aeris itu payah dalam pelajaran dan memilih menghabiskan waktunya untuk membaca novel daripada belajar.

Dari arah belakang ada yang mengagetkannya.“Dor!”

“Ish lo,” Aeris melihat janari dan kembali berjalan diikuti Janari.

“Mau kemana?”tanya laki laki itu.

“Perpus.”

Melihat Janari mengikutinya Aeris bertanya, “Lo mau kemana?”

“Gatau, coba tanya sama kaki gue.”jawabnya yang membuat Aeris memutar bola matanya.

“Kan yang punya kaki lo ya pak,”balas Aeris heran.

Namun Aeris menanggapinya, “Eh kaki lo mau kemana?”

Janari tertawa dan menjawab, “Gatau nih pengen ngikutin kaki yang cantik di sebelah.”

Aeris hanya menggelengkan kepalanya, “Orang aneh.”


Sesampainya di perpus Aeris langsung menuju rak novel, menelusuri satu persatu buku yang berjejer.

“Lo cari buku apa?”Tanya Janari yang masih mengikutinya.

“Novel,” sahut Aeris tanpa menoleh ke arahnya.

“Suka baca cerita-cerita alay gitu?”

Mendengar penuturan Janari Aeris menatapnya,“Heh ngga alay ya!”ucapnya tidak terima.

“Alay tahu.”balas Janari meledek.

“Daripada baca doang mending buat cerita indah sama gue yuk.”ajaknya.

“Adanya cerita nyebelin kalo sama lo,”ucap Aeris.

“Justru yang nyebelin itu yang menarik.”

“Bisa tuh kita buat cerita judulnya, annoying boy.”Jelasnya.

“Nanti ceritanya awalnya nyebelin trus lama-lama si ceweknya suka sama cowoknya.”tambah Janari

“Paham bener pak, suka baca yang kaya gitu ya?”ledek Aeris.

“Apaan, jijik gue baca kaya gitu.”

“Eleh itu tahu.”Goda Aeris.

Aeris mengambil buku dari atas. Ia mendongak dan matanya kelilipan“Kenapa?”

“Aduh debunya masuk keknya,” ujarnya dengan tangan mengucek matanya.

Janari menghentikannya, “Jangan dikucek, sini gue tiupin.”

Disaat yang sama Genta diikuti Valen masuk dalam perpus melihat Aeris dan Janari.

“Ekhem,” deheman Genta membuat keduanya kaget.