Pantai
Kaki Aeris menapaki pasir putih itu, ia berlarian menelusuri pesisir pantai.
“Kapan terakhir kali kamu ke pantai?” Tanya Genta setelah dirinya capek kejar kejaran.
Keduanya duduk menatap keindahan hamparan air itu. “Udah lama banget,” balas Aeris.
“Genta, kamu sejak kapan suka sama aku?” tanya Aeris tiba-tiba.
“Sejak pertama ketemu.”
“Waktu MOS?”
Genta mengangguk dan ia berkata “Kamu inget ga ketika kamu mau dihukum gegara ga bawa tugas buat gantungan? “
“Iya terus aku ga jadi dihukum gegara pas dicek ada gantungannya,” ucap Aeris.
“Malah kamu yang dihukum, padahal aku emang lupa bawa tapi tiba-tiba ada gantungan di barang bawaan aku.”
“Gantungan itu sebenarnya ga tau punya siapa,” jelasnya heran.
“Itu punyaku,” ucap Genta yang membuat Aeris kaget
“Punya kamu? kenapa ada di aku?”
Genta tidak menjawab ia hanya terkekeh,
“Terus waktu kamu festival sekolah, kelas kamu kan jualan tapi ga laku,” ucap Genta
“Tapi pas sore sore rame, banyak yang beli.” Genta hanya terkekeh.
“Itu gegara kamu?” tebak Aeris.
“Aku suruh temen temenku beli, abis kasihan kamu bengong.” Ledeknya.
“Ish Kok aku ga pernah sadar ya diperhatiin kamu?”
“Ya karena aku ga berani deketin kamu waktu itu.”
“Kalo sekarang dah berani?” goda Aeris yang tidak ditanggapi Genta.
“Kalo kamu sejak kapan suka sama aku?” Balas Genta.
“Gatau.”
“Kok gatau” protes Genta.
“Tiba tiba suka aja, padahal dulu biasa aja,” jelas Aeris.
“Oh, biasa aja,” ucapnya mengangguk anggukkan kepalanya.
Namun dering ponsel Genta berbunyi dan ia mengangkatnya. “Ada apa tan?” jawabnya.
“Valen sakit Taa, kamu bisa kesini ga?” tanya seseorang di seberang.
“Ga bisa Tante Genta lagi ga dirumah.”
“Tante minta tolong Genta, kesini ya dari tadi Valen manggil kamu terus.”
“Tapi Tante-”
“Tolong ya Genta, Tante tunggu.”
Dan sambungan terputus.
“Siapa?”tanya Aeris.
“Mamah valen.”
“Kenapa?”
“Valen sakit, aku disuruh kesana.”
“Harus banget?” Genta hanya mengangkat bahunya.
“Kita pulang aja ya, aku anterin kamu pulang dulu.”