paham ga?

“Gue tadi pagi belajar ini tapi gak ngerti,” Anya menyodorkan buku pada akala.

Akala mulai menjelaskan konsep termodinamika yang ia pelajari, sepelan mungkin agar Anya mengerti.

“Paham ngga?”tanyanya setelah selesai menjelaskan.

Anya menggelengkan kepalanya, membuat Akala menggeram mencoba untuk sabar.

“Gue ulangin lagi ya.”

Akala kembali menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami secara pelan-pelan sesekali bertanya “Paham ga?”

Sampai Anya mengangguk entah artinya paham atau tidak tapi bagi Akala mengangguk artinya paham. Jadi yasudahlah.

Perlu kalian ketahui Akala mengajari Anya pelan banget, super pelan, diulangi terus sampai Anya paham dan ga pake emosi kok meskipun keliatan dari mimik wajahnya mulai kesal dengan Anya.

“Sekarang coba lo kerjain soal yang ini,”ujar Akala menunjuk soal dalam buku fisika itu.

Anya hanya menuruti perintah tutornya itu, mencoret-coret, “Ah gimana sih, pusing gue?”keluh Anya mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Tinggal dimasukin ke rumus,”Akala mencoba mengarahkan.

“Coba lo tulis dulu apa yang diketahui sama ditanyanya dulu,”ujarnya.

Anya mengikuti perintah Akala,“Udah, terus gimana lagi?”

“Kalo udah itu pake rumus apa?”

“Ya gatau,” jawab Anya polos.

“Yang tadi gue jelasin!”

“Yang ini?”

Anya fokus menghitung dan mendapatkan hasilnya.

“Bener ga?” tanya Anya menyodorkan hasilnya pada Akala.

Akala mengangguk.

“Kok gampang sih.” ucap Anya.

“Semuanya gampang kalo kita tau konsepnya.”

“Ih gue seneng deh.”

“Sekarang coba soal yang lain.”