menghilang
Beberapa hari ini Anya disibukkan dengan kegiatan jurnalistik, mengurus lomba, penilaian sampai pengumuman pemenang lomba menulis cerita dan puisi yang diadakan setiap bulan sekali.
Pasca kejadian bertengkar dengan kak jian, anya tidak melihat kak jian di sekolah, laki-laki itu seperti biasa menghilang bagai ditelan ombak. Bukannya minta maaf malah ikut menghilang memang sepertinya hubungannya akan kandas.
Tapi anya tidak mau, ia masih mencintai jian.
“Ngelamun aja,” sapa arin di samping anya yang sama-sama sedang menempel pengumuman pemenang lomba dan beberapa tulisan untuk mading.
“Kak jian ga ngabarin lo?” tebak Arin yang membuat anya semakin menekuk wajahnya.
“Sudahlah Nya, kalo emang kak jian jodoh lo pasti dia bakal balik,” ucapnya mencoba menenangkan sahabatnya yang murung akhir-akhir ini.
Anya mengambil selembaran kertas dan menempelkannya di papan mading, “Tapi gue tuh kesel rin, gue lagi marah bukannya dibujuk malah dia ikut ngilang.”
“Lo ga mau putus aja?” tanya Arin hati-hati takut menyinggung.
“Gue ga ada pikiran buat putus dari kak jian rin,” ucap perempuan bodoh itu.
“Gue belum mau, dan gue belum capek.”
“Ya, memang kadang kita harus capek dulu sebelum benar-benar melepas orang yang kita suka.”