Mamah
Selepas meninggalkan papahnya, Genta membawa motornya dengan kecepatan penuh menuju sebuah rumah sakit.
Mamah Genta, sakit parah. Ia mengidap gangguan kejiwaan, skizofrenia.
Tepatnya dua tahun lalu, mamahnya berantem dengan papahnya karena ada orang ketiga dalam rumah tangganya.
Papah pergi meninggalkan Genta dan mamahnya. Mamah Genta terpuruk sampai akhirnya ia mengidap skizofrenia.
Genta marah, Genta benci namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena papahnya yang membiayai semua pengobatan mamahnya.
Sekarang penyakit itu semakin parah, mamanya harus di rawat di rumah sakit karena butuh penanganan yang serius. Mamahnya semakin tidak terkendali.
“Mahh,” Genta memegang tangan wanita yang tengah tertidur itu.
“Papah jahat mahh,” ujarnya lirih.
Genta mengangkat tangan wanita yang lemah itu, menciumnya dengan penuh harap.
“Mah, mamah harus sembuh ya, demi Genta,” pinta Genta.
“Mahh Genta capek mah,” ujarnya lirih,.
Gentan menenggelamkan kepalanya pada lipatan tangannya. Hingga ia tertidur disamping mamahnya.