Khawatir
Setelah mengetahui posisi Genta dimana, tanpa pikir panjang Aeris menyusul Genta.
“Ta” Aeris datang memeluk Genta dari belakang.
Genta diam, ia membalikkan tubuhnya, dan pelukan itu terlepas.
Keduanya duduk berdampingan di lantai,“lo ngapain disini?”tanya Aeris.
“Lo ngapain nyamper ke sini?”tanya Genta balik.
“Ya gue khawatir lah.”
“Padahal gue ga minta disamper.”
“Tapi lo sharelock itu tandanya minta disamper.”balas Aeris.
“Ngga.” bantah Genta.
“ Kan lo nanya gue dimana,” tambahnya.
“Takut diputusin?” goda Aeris.
“Ngga juga,” ucap Genta yang membuat Aeris kesal.
“Ish yaudah gue pulang nih.” Aeris beranjak berdiri.
Genta terkekeh, ia menarik tangan aeris sehingga Aeris kembali terduduk, “Becanda.”