Istirahat
Valen menghampiri Genta di ruang osis, ia melihat genta sendirian di dalam ruangan.
“Kamu belum makan siang kan?” tanyanya ceria.
“Belum.” Sahut Genta datar.
“Aku buatin bekal, tanda terimakasih waktu itu kamu udah nolongin aku,” jelasnya.
“Kamu masih sayang ya sama aku?” goda Valen.
Genta menyangkal ucapan valen tersebut “Len.”
“Buktinya kamu masih peduli sama aku,”sanggahnya.
Genta hanya diam tidak meresponnya, “Kok kamu jadi dingin gini sama aku.”
“Kemarin kamu nolongin aku karena kasihan ya sama aku?” tuduh Valen.
Genta tidak menanggapi, “Genta jawab! Kemarin kamu kasihan sama aku?”
“Len, udah. Kemarin gue cuma mau nolongin lo.”
Genta mengambil kotak bekal di tangan Valen. “Gue terima, makasih ya.”
Namun Valen masih belum beranjak dari tempatnya.
“Semangka,” ujarnya melihat semangka di meja Genta.
“Buat siapa?”
“Aeris,”jawab Genta tegas.
“Oh.”
“Harus banget ya lo beliin dia semangka tiap hari?”
“Kok lo tahu?”tanya Genta.
“Aku tahu ta, setiap istirahat kamu sama dia kan?”
Pintu terbuka dan Aeris melihat Genta sedang bersama Valen. “Eh sorry, gue ganggu ya?”
“Ngga kok Ai,”jawab Genta hangat.
“Mana semangkanya?”tanya Aeris to the point melihat Valen yang tidak suka kehadirannya disini.
Genta memberikan semangkanya pada Aeris dan Aeris menerimanya.
“Gue ke kelas ya?”Pamitnya setelah mengambil semangka dari tangan Genta.
“Ga disini aja?”tanya Genta.
“Ngga deh, ditungguin Hana,” tolak aeris
Sedangkan Valen menatap Aeris tajam dan tidak suka.