Gosip

Siang sepulang sekolah Anya terpaksa menunda waktu pulangnya karena hari ini akan diadakan rapat. Tim redaksi panggilan untuk anggota inti tim jurnalistik belum semuanya kumpul.

Didalam ruangan baru ada Karin yang selalu ontime dimana pun dan kapan pun, Chandra dan Bayu. Anya memasuki ruangan kemudian disusul denga Arin yang bergabung bersama Karin, Ayana, Chandra dan Bayu yang bergerombol di satu meja.

Anya duduk agak berjauhan, membuka ponselnya berharap ada pesan dari Jian namun nyatanya tidak ada.

“Guys, kalian tahu ngga gosip terhot hari ini?” Tanya Ayana yang baru datang dan duduk bergabung.

Arin yang sedang memainkan ponsel menyahut, “Gosip apaan?”

Ayana mencondongkan kepalanya agar mendekat, “Lo pada jangan berisik ya,” ucapnya sebelum menceritakan gosip yang dimaksud.

Ayana memang cocok sekali jadi tim riset karena dia tahu segalanya mulai dari pengetahuan umum sampai pengetahuan yang tidak penting seperti hari ini.

Anya masih dengan ponselnya sesekali sambil menguping apa yang dikatakan Ayana.

“Katanya Akala sama fanya pacaran mulai hari ini,” jelas Ayana dengan bisik-bisik namun Anya masih bisa mendengar apa yang diucapkan Ayana.

“Yaelah kirain apaan,” ujar Bayu

“Tuh kan bener kata gue,” sahut Karin.

“Tapi bagus tau,” jawab Chandra santai.

“Kok bagus sih?” Ayana tidak terima.

“Ya bagus berarti dia hari ini lagi senang dong, moodnya baik artinya rapat kali ini nggak disertai marah-marah dan ngomel nggak jelas,” jelas Chandra senang.

Bayu ikut mengangguk, “Untuk hari ini kita aman.”

“Lo mah mikirnya sekarang, terus kalo nanti gimana?” tanya Ayana.

“Ya gimana nanti,” Chandra menjawab dengan santai.

“Gimana nanti kalo dia lagi marahan sama Fanya terus malah ngelimpahin marahnya ke tim redaksi?” tambah Ayana.

“Bener juga lo yan, gawat kalo udah begini,” ucap Arin.

Anya yang sibuk dengan ponselnya bertanya, “Emang tuh gosip udah benar?”

“Bereran,” ucap Ayana serius.

“Gue kan sekelas sama akala, dikelas gue ramet uh gosip.”

“Iya sih tadi kata anak dilorong koridor XI IA 1 pada ngomong gitu,” jelas Arin menyakinkan.

“Kan rin.”Karin ikut menyetujui

“Eh eh ada Akala,” ucap Arin melihat Akala yang hendak memasuki ruangan namun berhenti karena dipanggil Fanya.

“Tuh lo liat deh gerak-gerik mereka,” ujar Ayana memperhatikan Akala dan Fanya yang entah membicarakan apa.

“Beneran pacaran kayaknya.”