ga percaya

“Anya,” suara itu berasal dari mulut kak jian yang berlari ke arahnya ketika anya memasuki ruang jurnalis.

Sesampainya laki-laki itu di hadapan anya, ia memengang lengan anya, “Anya gue serius.”

“Kak aku ga mau ngomong sama kaka,” Anya melepas tangan kak jian.

Anya kembali hendak memasuki ruangan tapi lagi-lagi dihentikan kak jian, “Anya, kasih gue kesempatan. Kaka janji ga akan ninggalin kamu lagi,” ucapnya.

“Bisa kita ulangi sekali lagi?”

“Kak,” ucap anya lirih melepaskan tautan tangan kak jian namun kak jian mangeratkan pegangannya.

“Kak lepas, aku ga mau kak trisha salah paham lagi,” ucap anya meringis karena pegangan tangan kak jian semakin erat.

“Anya, kaka ga ada apa apa sama trisha,” jelas kak jian.

Akala yang hendak memasuki ruang jurnalis melihat anya yang sedang berusaha melepaskan tangan kak jian.

“Lepas,” Akala melepaskan tautan tangan itu.

“Gausah ganggu anya, dia pacar gue sekarang,” ucap akala.

Jian memasang muka tidak percaya, “Seriously, gue ga percaya.” ucapnya dengan nada meledek.

“Kita emang pacaran kak,” sahut anya.

“Gue ga percaya,” ucap kak jian lagi.

“Terserah lo mau percaya atau ga,” ucap akala sebelum menarik tangan anya masuk dalam ruang jurnalis.