Festival jajanan
Setelah sempat menolak ajakan Genta yang berujung ikut bersamanya naik motor Genta.
“Lo kenapa?” tanya Genta.
“Gapapa,” jawab Aeris sekenanya.
“Gapapa kok mukanya bete gitu,” Genta melihatnya dari pantulan cermin spion motornya.
“Gapapa Genta.”
Aeris hanya bengong selama perjalanan. Moodnya hancur ga tau kenapa sehingga ia tidak menyadari bahwa jalan yang ia lewati bukan menuju ke rumahnya melainkan ke alun-alun.
“Eh kok kesini,” ujarnya ketika sadar motor Genta berhenti di festival jajanan di alun alun.
“Gue laper,” jawab Genta. “jajan dulu ya.”
Aeris turun dari motor Genta dan keduanya berjalan menelusuri jajanan yang sudah berjejer seputar alun-alun.
“Lo mau beli ga?”
“Ga, gue ga laper.”
“Yaudah yuk cari semangka.” ucap Genta memancing Aeris agar moodnya kembali.
“Emang ada?” tanya Aeris malas.
“Ga ada kayaknya,” sahut Genta.
“Ish ngapain ngomong kalo ga ada.”
“Yaudah cari dulu, siapa tahu ada,” ucap Genta optimis.
Dan pada akhirnya Aeris dan Genta tidak menemukan penjual semangka di sini dan mereka hanya membeli jajanan berawalan huruf C yaitu cimol, cireng, cilung dan cilor.