falling in love with you

Tahun 2018, Bhumi Hasmita Hussein berhasil masuk kampus impiannya dengan jurusan yang ia inginkan, Astronomi ITB. Satu-satunya jurusan yang ada di Indonesia, bukan, bukan karena hal itu ia masuk dalam prodi ini, bukan karena langka juga bukan karena ikut-ikutan teman. Bhumi tidak punya teman, sejak SD ia selalu home schooling dan satu-satu temannya Nada yang rumahnya bersebelahan itu pindah satu tahun lalu.

Bhumi masuk dalam prodi ini karena papahnya, papahnya seorang ilmuan yang bekerja di LAPAN mengamati benda-benda langit kesukaannya, ia ingin menjadi seperti papahnya. Papah selalu menceritakan banyak hal tentang langit, semua benda-benda angkasa itu hampir setiap hari diceritakan pada Bhumi, dan Bhumi tidak pernah bosan mendengarnya karena ia sangat menyukainya.

Butuh waktu satu tahun Bhumi meluluhkan hati mamahnya agar mengizinkannya kuliah, normal selayaknya remaja seusianya, dan Bhumi berhasil menyakinkan mamahnya bahwa ia akan baik-baik saja dan bisa menjaga dirinya sendiri.

Memasuki dunia kampus benar-benar membuat Bhumi bahagia pasalnya hampir semua hal yang ia dapatkan benar-benar hal pertama yang Bhumi rasakan, misalnya teman, Bhumi pertama kali memiliki teman setelah Nada pergi. Dan siapa sangka Bhumi bertemu kembali dengan Nada yang masuk dalam prodi yang sama juga teman Nada yang bernama Tari dan sekarang mereka bertiga menjadi teman yang tak terpisahkan.

Berkumpul bersama teman, bekerja sama dengan kelompok dan merasakan kebersamaan yang para remaja muda rasakan di sekolah baru dapat Bhumi rasakan ketika ia masuk kuliah. Pertama kali duduk di meja dengan banyak teman di sekitarnya, mengajaknya mengobrol, dan terwana membuat Bhumi benar-benar bahagia bisa merasakannya.

Dan juga Bhumi pertama kali merasakan jatuh cinta pada seseorang. Sejak masa ospek Bhumi sudah jatuh cinta pada kakak tingkatnya yang bernama Langit Guntoro. Sosok laki-laki berperawakan jangkung dan kurus itu berhasil menghadirkan perasaan senang pada Bhumi. Hanya dengan melihatnya Bhumi sudah heboh dan berisik bukan main karena katanya jantungnya seperti ada orang takbiran di dalamnya, bergemuruh.

Laki-laki jangkung yang selalu mengenakan kemeja itu memiliki sikap super cuek dan dingin pada semua orang, bak memiliki tembok super tebal yang tak bisa dirobohkan bahkan dihancurkan sekalipun. Tapi itu tak henti membuat Bhumi untuk jatuh dalam pesona Laki-laki itu.

Suatu hari Bhumi sengaja menemui Langit dan dengan percaya diri mengatakan perasaannya pada laki-laki itu.

“Kak kayaknya Bhumi suka deh sama kakak,” ucap Bhumi ketika ia di hadapan Langit.

Sedang sosok laki-laki di depannya itu hanya memasang wajah dingin seperti biasa. “Gue gak suka sama lo,” jawabnya yang membuat hati teriris.

Bukan, itu bukan pertama kali jawaban yang Bhumi dengar, itu jawaban kesekian yang Langit berikan pada pernyataan Bhumi. Dan itu tidak akan membuat Bhumi mundur.