boneka pinguin
Anya sampai di depan sebuah rumah minimalis bercat abu-abu.
“Bener ini rumahnya?” tanyanya pada diri sendiri, kembali mengecek lokasi yang akala kirim dan rasanya memang benar ini rumahnya.
Anya menekan bel rumah itu dan tak lama setelahnya muncul sang pemilik rumah.
Laki-laki itu mengenakan kaos hitam dengan celana selutut dan membiarkan rambutnya berantakan.
Akala menyuruhnya masuk.
“Bokap nyokap lo dimana?” tanya anya memasuki rumah akala yang sederhana itu.
Suasana rumahnya sepi, anya melihat sekeliling rumah akala yang tidak besar hampir mirip rumahnya namun sedikit lebih luas rumahnya.
“Bunda gue kerja, kalo papah udah ga ada,” jawab laki-laki di depannya itu.
“Oh sorry,” balas anya tidak tahu perihal itu.
“Gapapa, lo mau minum?” tawarnya.
Anya menggelengkan kepalanya, “Gausah.”
“Adanya air putih, gapapa kan? lebih sehat.”
“Gausah akala.”
“Nanti lo haus, mau belajar kan? butuh minum biar fokus.”
“Yaudah deh,” ucap anya pasrah.
Laki-laki itu beranjak menuju dapur sedang anya duduk di sofa dalam ruangan itu, menunggu laki-laki itu kembali.
“Akila mana?” tanya anya ketika akala menyodorkan sebotol minum dan gelas di hadapannya.
“Di kamarnya.”
“Gue mau lihat boleh?”
“Boleh.”
“Ayo,” ajak Akala beranjak melangkah menuju kamar akila, anya hanya mengikutinya di belakang.
Sesampainya di kamar mungil itu terdapat anak kecil yang tengah bergelung dengan selimut.
“Akila, ini kak anya,” panggil anya.
“Masih sakit giginya?” tanya anya ketika gadis kecil itu membuka selimutnya dan memunculkan wajahnya.
Gadis kecil itu hanya mengangguk dan menekuk wajahnya, “Kak anya bawa hadiah buat kamu.”
Anya mengeluarkan boneka yang ia sembunyikan di belakang punggungnya.
“Kok pinguin?” tanya gadis kecil itu polos.
“Eh kamu ga suka ya?” tanya anya.
“Padahal kaka suka banget sama boneka pinguin kaka kira kamu bakal suka juga,” jelas anya.
“Akila suka kok,” ucap gadis kecil itu
Anya tersenyum, “Kalo giginya sakit remas aja pinguinnya hihi,” kekeh anya
“Nanti sakitnya pindah ke gigi pinguin,” lanjutnya
“Emang pinguin punya gigi?” tanya akila.
“Punya kok giginya lucu loh hehe”
“Yaudah kamu istirahat, cepet sembuh ya, kalo sembuh nanti kaka ajak jalan-jalan.”
“Kaka mau belajar dulu dibawah oke?”