balikan?
“Anya,” panggil akala ketika anya memasuki ruang jurnalis.
“Kenapa?” perempuan itu bertanya.
belum sempat akala bicara,
“Anyaa,” sapa kak jian yang memunculkan wajahnya di balik pintu ruang jurnalis.
“Bentar ya, kak jian di depan,” ucapnya pada akala, akala hanya mengangguk.
Perempuan itu keluar menghampiri kak jian, muka akala muram, “Dia balikan lagi?”
Tidak lama setelahnya perempuan itu kembali dengan senyum yang mengembang, dan membawa kotak bekal.
“Oh iya lo mau ngomong apa?” tanya anya.
“Oh ga jadi gue lupa mau ngomong apa.”
“Oh yaudah.”
Anya duduk di meja, jam masih menunjukkan pukul 7, ia membuka kotak bekal dari kak jian dan memakannya di dalam ruangan bersama akala.
Anya menatap akala yang memasang muka kanebonya, “Lo udah sarapan?” tanya anya.
“Udah,” jawab laki-laki itu tanpa menoleh ke arahnya.
“Kayaknya kata lo bener deh, gue cuma terbiasa sama lo dan hati gue masih buat kak jian.”