move on

Anya menghampiri Chandra, Arin, Bayu, dan Karin di meja kantin.

Di mejanya sudah ada pesanan masing-masing, “Sini Nya, ini pesanan lo,” ucap arin menunjuk semangkuk mi ayam yang ia minta.

Anya duduk bergabung bersamanya, menuangkan saos dan kecap pada mangkuk mienya, ia tidak suka pedas jadi melewatkan cabai yang menurut Arin kurang pas kalau tanpa cabai.

Ketika memakan mienya, Chandra disampingnya menyenggol lengan Anya, “Lihat deh si trisha genit banget sama kak jian.”

“Sumpah serius gue jijik,” tambahnya lagi.

“Iya lengket banget tuh orang,” ucap arin menyetujui.

“Eh kak jian liatin lo tuh nya,” ujar Chandra.

Anya yang sedari tadi memakan mienya, mendongak menatap kak jian yang memang sedang menatapnya, kemudian anya mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Belum bisa move on ya Nya?” tanya Karin di depannya.

“Gue ada temen anak SMK seberang, cakep, baik juga anaknya, mau kenalan ga?” tawar bayu.

“Ga,” tolak anya.

“Gue udah move on kok,” sambungnya.

Itu bohong, Anya belum bisa lupain kak jian, siapa yang bisa lupain mantan seperti kak jian yang tidak meninggalkan sisi buruknya pada anya, bagaimana anya bisa benci.