Anterin pulang
Selepas rapat OSIS selesai Aeris, Resha dan Hana keluar dari ruangan dan bertemu Valen berdiri di depan ruang OSIS.
“Eh, Genta mana?” tanya Valen.
“Di dalem,” jawab Aeris santai.
“Makasih,” ucapnya dan masuk dalam ruangan yang masih tersisa Genta dan Melvin.
“Lo duluan aja Han, Res, gue ada yg ketinggalan keknya,” ucapnya yang diangguki kedua temannya.
Aeris masih berdiri di depan ruang OSIS, sebenarnya tidak ada yang ketinggalan, ia hanya penasaran dengan Valen.
“Taa,” rengek Valen memanggil Genta.
“Anterin gue pulang dong,” pintanya yang masih bisa Aeris dengar.
“Lo dari tadi belum pulang?” tanya Melvin heran.
“Gue daritadi nungguin lo ta,” jelasnya.
“Ngapain nungguin Genta, pulang pulang aja kali,” sindir Melvin.
“Taa, please anterin yaa,” mohon Valen dengan mata penuh harap.
“Papah gue ga jemput, Lo kan tau gue buta arah,” jelasnya.
“Gojek bisa kali,” sahut Melvin.
“Taa,” pintanya.
“Iya,” jawab Genta yang membuat Valen kesenangan.
“Taa,” Melvin kesal dengan Genta.
“Gapapa Vin,” ucap Genta menenangkan Melvin.
“Yuk Len,” ajaknya.
Langkah Genta hendak keluar ruangan dan Aeris buru-buru meninggalkan tempatnya daritadi berdiri.