adiknya?

Suara dentingan itu menandakan adanya pelanggan yang masuk cafe itu.

Anya melihat pintu masuk, melihat Akala bersama dengan anak kecil masuk, Itu adiknya?

“Sorry gue lama ya?” ucap Akala ketika sampai di meja Anya.

“Ngga kok.”

Anya melihat gadis kecil di samping Akala, “Adiknya akala?” tanya Anya.

Gadis kecil itu mengangguk,

“Duduk dulu sini,” ajak Anya menarik tangan gadis kecil itu disampingnya.

“Ih kamu gemes bgt,” serunya mencubit pipi anak kecil itu.

“Kaka cantik, pacar kak akala ya?” tanyanya pertama kali.

Pertanyaan gadis kecil itu membuat Anya melotot, tapi ia langsung tersenyum lebar “Bukan hehe.”

“Lagian mana mau kaka cantik sama kak akala lihat mukanya datar begitu,” cibir gadis kecil itu menatap Akala di depannya.

“Akilaa,” panggil Akala lembut membuat gadis kecil itu diam.

“Nama kamu akila?” tanya Anya.

Gadis kecil itu mengangguk.

Jadi yang tempo lalu, Akila yang menelepon itu adiknya? Anya kira pacar Akala.

“Nama kaka siapa?” tanya gadis kecil itu

“Anya, panggil aja kak anya”

“Kak anya cantik banget.”

“Kamu juga cantik banget.”

“Yaudah buka buku lo, mau belajar ga?” Akala memotong percakapan dua orang didepannya.

“Terus Akila ngapain?” tanya gadis kecil itu polos.

“Ya kamu tadi ngapain minta ikut,” ucap Akala yang membuat gadis itu cemberut.

“Kan Akila takut sendirian di rumah,” cicitnya.

“Kamu mau eskrim?” tawar Anya membuat gadis itu tersenyum ceria.

“Mauuu,” ucapnya dengan mata berbinar.

“Yaudah pesen aja.”